Kenali 4 Bahaya Pijat Perut, Jangan Sembarangan!

 Sebuah postingan media sosial tentang bahaya pijat perut ramai diperbincangkan. Dengan baik? Apa bahayanya?

 

Sebuah video yang beredar di media sosial memperingatkan bahaya pijat perut. Video tersebut menyebutkan risiko perlengketan organ di sekitar perut akibat pijatan.

 

Penyatuan organ karena pembentukan luka mikro. Organ yang bergabung membentuk pembuluh darah baru.

 

Pada dasarnya, mengutip Healthline, menggosok perut umumnya akan baik-baik saja bagi kebanyakan orang. Namun dengan catatan, pijat perut dilakukan dengan lembut dan benar.

 

Mengutip berbagai sumber, orang mungkin merasakan bahaya pijat perut bila dilakukan sembarangan dan tidak dilakukan oleh terapis berpengalaman. Bahaya pijat perut 

Lambung menyimpan beberapa organ penting dan rentan seperti hati, empedu, pankreas, usus halus, usus besar dan organ lainnya.

 

Berikut beberapa efek samping pijat perut yang harus diwaspadai. 



1. Kerusakan organ 

Pijat perut ternyata bisa menyebabkan kerusakan organ. Sebuah laporan yang diterbitkan dalam World Journal of Clinical Cases menyatakan bahwa seorang wanita berusia 57 tahun dirawat di rumah sakit karena sakit perut akut dan kehilangan kesadaran.

 

Diduga ia mengalami pendarahan di rongga perut dan kemudian menjalani operasi. Selama operasi, ditemukan bahwa pankreas pecah.

 

Diketahui bahwa pasien menjalani masase perut yang kuat sebelum keluhan sakit perut terjadi. "Sepengetahuan kami, ini adalah laporan kasus pertama pecahnya pankreas akibat pijat perut. Pijat perut yang tepat sangat membantu meredakan kembung dan sembelit. Namun, pijat perut yang kuat harus dihindari karena dapat menyebabkan kerusakan yang mengancam jiwa pada organ dalam dan jaringan perut," tulis para peneliti dalam laporan tersebut.

 

 

2. perut terasa tidak nyaman 

Setelah dipijat, biasanya otot terasa nyeri dan hilang dalam beberapa hari. Kondisi ini disebut nyeri dan ketidaknyamanan pasca pijat (PMSM). Di perut, PMSM bisa lebih menyakitkan. Bahkan dalam beberapa kasus, bekas pijatan bisa meninggalkan memar. 

3. Muncul masalah pencernaan 

Pijat perut seringkali ditujukan untuk berbagai masalah pencernaan. Ada pijat serpong untuk perut kembung, pijat perut untuk sembelit, bahkan untuk mual.

Jika pemijatan dilakukan terlalu paksa dan asal-asalan, justru sebaliknya yang dirasakan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Gastroenterology Nursing menemukan bahwa tekanan berlebihan dari pijatan dapat menyebabkan kembung, sakit maag, kram, diare, dan mual.

 

4. masalah dengan kehamilan 

Ibu hamil kerap memilih pijat untuk membuat tubuh lebih nyaman tanpa harus mengonsumsi obat-obatan kimia. Namun, ibu hamil bisa mengalami bahaya pijat perut jika memilih jasa pijat saja. Pijat perut berisiko memicu kontraksi dan persalinan prematur, peningkatan tekanan darah, bahkan keguguran. Wanita hamil sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika ingin menjalani terapi alternatif di luar metode medis. 

Popular Posts